Rasa dan aksara adalah jodoh para pencinta kata

Minggu, 13 Januari 2019

Memulai ?





Ku pikir aku takut memulai. Sebab ada rasa di masa lalu yang masih tertinggal. Rasa yang menyakitkan, yang sulit untuk ku hapus dan lupakan.

Ku pikir aku belum siap untuk memulai. Sebab aku harus terlebih dahulu melupakan rasa pahit yang pernah aku rasakan.

Ternyata aku salah. Aku tidak akan pernah memulai jika saja aku selalu takut dan tak siap. Yang jelas-jelas sampai kapan pun kenangan tersebut tak akan pernah terhapus dan terlupakan. Yang perlu aku lakukan hanyalah menerima kenangan itu. Berdamai dengan diriku dan mencoba memaafkan semuanya. Memaafkan kebodohanku dan memafkan ia yang sudah menyakitiku.

Jika yang ku lakukan hanya berdiam diri, menunggu hati ini sembuh dari rasa sakit hati. Ku pikir sampai kapan pun aku hanya akan tetap merasakan sakit hati. Apalagi saat aku mulai merancau, tak terima ia sudah melukai hatiku, juga harga diriku.

Bisa jadi dilain waktu aku tertawa, menertawakan kebodohanku karena berhasil di mainkan oleh seseorang sepertinya.

Selalu seperti itu. Takut, tak siap, tak terima, dan marah.

Ku pikir siapa yang tak marah. Seseorang yang bahkan dahulu nya bukanlah siapa-siapa, menerobos pertahanan hati, mengatakan akan menetap, menerbangkan sang empunya, lalu mencampakkan dengan sesuka hatinya.

Oh, ayolah. Harga diriku sangat terluka. Dia tak sehebat itu, tapi kenapa dia berhasil memporak-porandakan hatiku.

Ku pikir dengan ku marah, membencinya sepenuh hati, aku tak akan lagi merasakan sakit hati itu. Namun, lagi-lagi aku salah. Jika aku katakan aku sudah memaafkannya, tak perlu ku menggerutu lagi, membunuhnya dengan sadis dalam pikiranku. Ya, jika benar aku sudah memaafkannya, maka aku tak perlu lagi marah terhadap apa yang sudah ia lakukan padaku, termasuk ia yang sudah menghancurkan harga diriku.

Ah, aku tak pernah bisa memulai kembali jika aku masih saja seperti ini.

Bagaimana pun, aku harus mulai bergerak, tak hanya terdiam terbelenggu masa lalu yang menyakitkan. Mulai menata hati, mulai memaafkaan dengan kesungguhan hati, mulai peduli dengan diri sendiri, dan mulai berusaha untuk bahagia.

Tak perlu terburu-buru mencari pengganti. Jika masih tak siap untuk sebuah hubungan, tak perlu di paksakan. Aku sudah berusaha memulai, memulai memperbaiki diri, sebab itu yang terpenting, dibanding dengan cepat-cepat memulai hubungan baru tanpa memperbaiki diri dan hati terlebih dahulu, sama saja aku mengulangi kebodohan yang ku lakulan dahulu.



0 komentar:

Posting Komentar

Social Profiles

Twitter Pinterest instagram

Popular Posts

Categories

Aku ingin cerita, tapi janji jangan bosan, ya. Aku ingin menceritakan semuanya padamu, bahkan hal kecil yang tak penting. Kamu ...

Copyright © 2025 Catatan Rosi | Powered by Blogger
Design by Lizard Themes - Published By Gooyaabi Templates | Blogger Theme by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com